Connect with us

Cerita Misteri

Cerita Misteri Seram Banget Perempuan Berbaju Kuning

Takut tidak dengan cerita misteri kalau takut mending jangan baca kalau pemberani ayo simak kisah misteri berikut ini

Published

on

Cerita Misteri Seram Banget Perempuan Berbaju Kuning

Kalau baca jangan sendirian ini ceritanya ngeri banget bikin bulu kuduk berdiri minta temen adek atau kakak kalau mau dengar cerita misteri berikut ini oke langsung aja begini ceritanya, Namaku Destina aku pindah bersama orang tuaku dari Yogyakarta ke Jakarta. Aku pindah ke daerah yang deket sama rumah nenekku(nenek dari ayah). Jadi, rumahku itu lantainya cuma satu. Gak gede-gede banget sih. Sewaktu masuk ke rumah itu, perasaanku memang udah gak enak.

Apa lagi waktu masuk ke jalan menuju kamar belakang. Sebelum masuk ke kamar belakang itu, ada ruangan lagi, jadi masuk ke pintu ada ruangan kecil yang dijadikan tempat nyimpan barang gak kepakai. Sebelah kanan pintu ada pintu lagi, nah itu kamar belakangnya.

Di ruangan kecil itu aku ngerasa gak enak, tapi entah kenapa, waktu ditanyai mau kamar yang mana, aku memilih kamar belakang. Memang, ruangan kecilnya tidak menyenangkan, tapi kamarnya tenteram banget. Nyampe betah deh. Nah, karena terlalu kebanyakan bicara tentang ruangan kecil itu sama kamar belakang, langsung aja ke intinya.

Malam itu, sehabis pulang dari toko baju, aku pulang sekitar jam 20.45 dan itu pun jamnya orang tuaku sudah tidur. Maklum, pulang kerja.

Aku masuk ke dalam ruang belakang untuk menuju kamar belakangku. Nah, disini mulai horornya. Saat masuk, ruang belakang itu lampunya mati. Padahal aku tidak mematikannya karena udah tau kalau nanti aku pulang malam.

Terus sebelum masuk ke ruangan belakang, aku ngeliat ventilasinya itu terang. Di situ aku udah ngerasa merinding, cuma instingku mencoba untuk tenang dan masuk ke kamarku. Paginya, keluar dari kamarku (harus melewati ruang kecil itu lagi), aku semakin dibuat merinding.

Aku mendapati orang tuaku masih tidur namun, lampu ruang kecilnya nyala. “Padahal, tadi malam mati dan gak aku nyalain”, batinku.

Aku segera menggedor gedor pintu kamar orang tuaku.

“Ma pa, tadi matiin lampu ruang kecilya? Tadi malam? Terus nyalain lampunya pagi-pagi?”

“Enggak kok. Pulang kerja mama sama papa langsung tidur gak ngecek kamar kamu.”

Jleb!

Sebelumnya aku gak pernah kayak gini. Aku mencoba tenang. Aku pikir mungkin lampunya konslet. Aku segera mandi dan berkunjung ke rumah nenek. Karena emang udah seminggu semenjak pindah gak kunjung lagi.

“Halo nek, apa kabar?”

“Nenek baik-baik aja. Kalo Tina? Udah diliat nih, pasti baik baik aja.”

“Iya, emang kok. Oh ya nek, ruang kecil menuju kamar Tina kok lampunya konslet ya? Padahal sama papa baru diperbaiki, kok konslet lagi?”

“Oh, pasti tadi malam kamu bawa sesuatu atau habis pergi”

“Iya, tadi malam Tina abis pulang dari toko baju terus bawa baju. Emang kenapa nek?”

“Oh, mungkin dia gak suka sama barang itu”

“Dia? Dia siapa nek?”

“Sudah. Ayo nenek baru saja buat puding coklat. Pasti seger kalau dimakan dingin di musim panas begini!”

Aku tau nenek sedang menyembunyikan sesuatu, batinku. Aku segera pulang setelah memakan 4 potong puding buatan nenek. Enak banget! Aku pulang sekitar jam 16.50 dan sampai di rumah jam 5 tepat. Di rumah, aku cuma sendiri karena orang tuaku masih kerja. Karena merasa ada yang janggal, aku telepon temanku, Rara.

Tina: “Halo ra,apa kabar nih?”

Rara: “Baik aja kok,napa telepon? Tumben?”

Tina: “Ra, bisa gak kamu ke rumahku. Ntar doang kok, temenin….”

Rara: “Oh,boleh. Lagian aku cuma sendiri di rumah. Ya sudah, aku tutup ya.”

Tina: “Oke. Aku menunggu!^^”

Sambil menunggu Rara, aku pergi ke dapur untuk membuat mie karena dari tadi perutku berbunyi, hehe. Saat sedang masak, lampu di ruang kecil konslet lagi. Mati, nyala, mati, nyala dan seterusnya.

“Lho? Kok konslet lagi?”

Karena rasa penasaran, aku pergi ke ruang kecil itu, dan!

Lampunya mati tidak nyala lagi. Setelah menunggu 5 menit, lampu menyala dan astaga!

Siapa di sana?

Seorang perempuan berbaju kuning dengan bercak darah menatapku sinis. Ingin lari dari sana, namun kakiku terasa mati rasa. Tak bisa digerakan, tapi, kakiku tegak dan tidak mau lemas. Yang aku lakukan hanya memejamkan mata berharap orang tak dikenal itu pergi.

Namum, aku merasa ada yang mendekatiku. Suara langkah kaki semakin terdengar jelas. Aku merasa, hantu itu sudah ada depan mataku. Ia memghembuskan nafasnya tepat mengenai pipiku. Setelah itu, ada suara ketukan.

‘Apa aku harus membuka mata? Itu pasti Rara’ aku berbicara dalam hati. Jika pintu tidak dibuka, Rara pasti akan pergi karena merasa tidak ada orang.

“Bu..ka…mata…mu!”suara serak dan seram terdengar di telingaku.

Hantu itu memintaku membuka mata. Yang benar saja! Namun, aku membuka mata dan tidak ada siapa siapa! Aku segera membuka pintu.

“Na, kok lama banget sih?!”

“Maaf Ra, tadi aku abis ke toilet,” aku mengajak Rara masuk.

Di dalam, Rara duduk di sofa dan aku kaget karena mie yang sedangku rebus gosong!

“Aduh, Ra. Mie aku gosong!”

“Lha, siapa suruh lagi rebus mie malah ke kamar mandi”

“Iya, iya, maaf. Lalu, kita akan apa di sini?”

“Ke kamar kamu aja Na. Aku mau liat”

“Ya sudah. Ayo!”

Kami berdua segera masuk ke ruang kecil yang lampunya masih nyala. Ada yang aneh, saat memasuki ruang kecil, muka Rara terlihat pucat. Karena takut kenapa-napa, aku membawanya masuk secepat mungkin kekamarku. “Ra, kamu kenapa?” tanyaku sambil menggoyang goyangkan bahu Rara.

“Ta..ta…ta…tadi, itu apa Na?”

“Apaan sih Ra?”

“Ta…tadi ada perempuan berbaju kuning dengan bercak darah mukanya bonyok seperti abis dipukul dan rambutnya berantakan….”

“Hah?” aku bingung. Apa hantu itu tidak menyukai Rara? Seperti yang dikatakan nenek?! Aku menenangkan Rara yang masih terlihat pucat. Setelah tenang, Rara meminta pulang, yah mau gimana lagi, aku yakin besok pasti Rara demam.

Saat Rara pulang, aku tidur di kamar. Jam 20.30, ada suara pintu terbuka. Aku yang masih setengah sadar mengira kalau itu adalah orang tuaku. Ya sudah aku pun melanjutkan tidurku. Pagi harinya…. Aku terbangun dan aku kaget karena sudah jam 07.45.

Ya ampun aku telat bangun. Aku keluar dari kamar dan melihat kamar orang tuaku terbuka, tapi tidak ada siapa siapa. “Mama sama papa kan kerja nya jam delapan tepat, kok gak ada ya?”

Karena berfikir kalau mereka sudah pergi. Aku pergi ke rumah nenek karena takut sendirian di rumah. Saat sampai, aku merasa aneh, tidak ada siapa-siapa di rumah nenek. Setelah aku cek ke rumah Rara, dia juga tidak ada. Aku pun kembali ke rumah. Saat kembali, aku melihat ada perempuan berbaju kuning sedang berkaca di ruang kecil.

Sejak kapan ada kaca? Dan perempuan siapa dia? Apa dia adalah maling? batinku. Karena takut ada apa-apa, aku mengambil vas dan ingin mencoba memukulnya, namun vas itu tembus. A…apa dia hantu? Setelah menunggu,ada seorang perempuan lain masuk diam-diam dan mengambil sebuah vas dan dipukulkan ke muka perempuan berbaju kuning itu.

Rambutnya diacak-acak juga digunting. Bajunya disobek dan pergelangan tangannya digores dengan pisau tajam. Tak berapa lama, setelah perempuan berbaju kuning itu lemah tak berdaya, perempuan jahat itu memaksa perempuan berbaju kuning untuk meminum segelas air yang sudah diracuni.

“Kamu telah mengambil pacarku! Rasakan pembalasanku!”

Dari mulut gadis berbaju kuning, mengeluarkan darah. Darah itu menodai pakaian perempuan itu. Tak berapa lama, setelah menyiksa perempuan berbaju kuning, perempuan jahat itu keluar dari rumah. Setelah itu,seorang ibu-ibu masuk dan bersedih

“Mara, ada apa denganmu nak?”

“I…i…ibu, dia membunuhku!” setelah itu perempuan berbaju kuning yang ternyata namanya Mara itu menghembuskan nafas terakhirnya. Ibu-ibu itu ternyata adalah NENEKKU! Aku tak menyangka,bahwa Mara itu adalah adik ayahku. Dia bibiku. Dan perempuan jahat itu bernama Dirna. Dia mantan pacar, pacarnya bibi Mara. Kejamnya! Dia membunuh bibiku!

Setelah itu, terang, ternyata itu cuma mimpi. Aku akhirnya tau, perempuan berbaju kuning yang ada di ruang kecil itu adalah bibiku, dia pemilik rumah ini sebelumnya. Nenek merahasiakannya! Aku pun segera mencari nenek dan menemuinya.

“Nenek kenapa tega, nenek tidak memberitahu Tina tentang Bibi Mara! Nenek menyebalkan!”

“Kau sudah tau rupanya. Maafkan nenek, Na. Nenek tidak ingin mengungkit masa lalu nenek.”

“Maaf kan Tina juga ya nek, Tina tadi marah-marah…”

“Oh, ya apakah Dirna sudah masuk penjara?”lanjutku.

“Iya, dia masuk penjara.”

Continue Reading
Advertisement
Comments

Cerita Misteri

Cerita Misteri Radio Kuno Pengalaman Aneh

Pada suatu malam, saya sudah membeli sebuah baterai untuk radio kuno itu dan berharap bahwa radio itu masih bisa bekerja dengan baik. Setelah baterai telah terpasang, aku mulai memutar tombol statis untuk mencari stasiun radio, setelah beberapa menit kemudian, saya berhasil mendapatkan sebuah saluran stasiun tetapi stasiun yang saya dapatkan itu memainkan suara-suara berderak yang sangat aneh.

Published

on

By

Cerita Misteri serem nih silahkan simak dan renungkan Ini adalah sebuah kisah pengalaman yang sangat aneh yang pernah saya alami ketika saya masih kecil, waktu itu sekitar tahun 1996 ketika saya masih duduk di sekolah taman kanak-kanak (TK), saya telah menemukan sebuah radio kuno di tempat pembuangan sampah dan tanpa berpikir panjang radio itu saya bawa pulang ke rumah.

Pada suatu malam, saya sudah membeli sebuah baterai untuk radio kuno itu dan berharap bahwa radio itu masih bisa bekerja dengan baik. Setelah baterai telah terpasang, aku mulai memutar tombol statis untuk mencari stasiun radio, setelah beberapa menit kemudian, saya berhasil mendapatkan sebuah saluran stasiun tetapi stasiun yang saya dapatkan itu memainkan suara-suara berderak yang sangat aneh.

Setelah itu, dengan rasa penuh penasaran maka saya mencari dan mencari saluran stasiun lain, tiba-tiba saja saya mendapatkan saluran stasiun dan stasiun itu memutarkan musik berlantunkan piano dan musik itu membuat perasaan dan hati saya menjadi tenang. Namun tiba-tiba saja musik itu berhenti dan terdengar suara yang melengking,

”piiiiIIIIIIpppPPPPPiiiiiiiPPPPppppppppp!”

”piiiiIIIIIIpppPPPPPiiiiiiiPPPPppppppppp!”

dan suara itu membuat kedua kuping saya menjadi sakit, setelah itu terdengar suara samar-samar seseorang yang sedang bercakap-cakap dan setelah berhenti saya mendengar suara seorang pria berkata,

“Halo haloo haloooo, apakah ada orang yang mendengar? Siapapun orang yang dapat mendengar saya, saya minta pertolongan anda secepat mungkin dan ini sangat darurat, saya di dalam peti dibawah tanah dan saya belum mati, saya dikubur hidup-hidup oleh keluarga saya. Tolong saya, saya tidak ingin mati dalam keadaan seperti ini!”.

Untuk sesaat, saya tertegun dan kemudian saya mulai panik. Suara itu membuat saya menjadi takut sehingga saya melemparkan radio itu keluar jendela. Kejadian itu sangat aneh dan membuat saya sedikit shock dan tidak bisa tidur selama beberapa hari, dan saya hanya berpikir bahwa suara itu berasal dari sepenggalan cerita dialog tetapi itu sangat aneh bagi saya dan jika memang suara dari pria itu ternyata memang benar-benar nyata, itu sungguh sangat mengerikan, terjebak hidup-hidup di dalam peti mati yang terkubur di dalam tanah, dan jika anda menjadi pria itu apa yang akan anda lakukan? yuk bagikan kiriman misteri ini agar teman teman saling berbagi

Continue Reading

Cerita Misteri

5 Hantu Mati Penasaran di Dunia Sundel Bolong Ikut Terdaftar Nomer 2

Cerita Hantu Paling seram di dunia berikut 5 hantu penasaran yang perlu kamu ketahui jangan takut ya kalem bae

Published

on

By

5 Hantu Mati Penasaran

Sudah tahu belum hantu yang mati penasaran berikut ini akan saya bahas 5 Hantu Penasaran yang sangat mengerikan bikin merinding kalau dengar ceritanya apalagi hantu yang nomer 4 dari thailand serm banget ges yuk simak bareng bareng jangan sendirianya tar takut lho

1. Carl Pruit, Amerika Serikat
Kisah yang pertama merupakan kisah seorang suami yang bernama Carl Pruit, telah membunuh istrinya sendiri karena ketahuan selingkuh. Setelah istrinya tewas dengan cara dicekik dengan rantai, kemudian ia pun bunuh diri, dan dimakankan dengan jarak yang cukup jauh dari makam istrinya.

Kemudian, setelah keduanya di makamkan, timbullah cerita-cerita mistis setelah seseorang melihat ada rantai yang melilit nisan Carl. Cerita itu semakin menjadi-jadi ketika ada seorang anak kecil yang melintas di dekat kuburan Carl menggunakan sepeda tewas tercekik rantai sepeda. Entah bagaimana kejadiannya anak itu tewas dalam keadaan tercekik rantai sepeda.

Kemudia, korban kembali jatuh ketika ada seorang ibu yang risih dengan cerita tentang kematian Carl, mencoba untuk mengahncurkan makamnya. Lalu keesokan harinya saat ia menjemur pakaian, ia ditemukan tewas dalam keadaan tercekik tali jemuran.

Kisah Carl Pruit ini semakin mengkhawatirkan warga setelah ada dua korban yang berjatuhan.

2. Sundel Bolong, Indonesia
Hantu di negara barat dan di Indonesia sedikit berbeda. Jika di Indonesia hantu digambarkan dengan wajah yang cukup menyeramkan, seperti salah satunya sundel bolong.

Menurut cerita sundel bolong ini merupakan seorang wanita yang mati karena dibunuh dalam keadaan hamil, lalu ia melahirkan di dalam kuburan. Kemudian, orang-orang mempercayai bahwa sundel bolong ini bangkit dari kubur untuk membalas dendam dengan laki-laki yang sudah menghamilinya dan membunuhnya. Ia juga sering memangsa lelaki hidung belang.

3. Onryo, Jepang
Onryo merupakan seorang wanita yang semasa hidupnya merupakan orang yang teramat jahat. Jadi, ketika ia sudah mati pun ia tetap membalas dendam pada orang-orang yang menurutnya jahat. Bahkan, ia juga tak segan untuk membunuh orang tersebut,

Ia juga sering merasuki seseorang untuk membunuh mangsa yang ia inginkan. Hantu onryo ini sangat terkenal di Jepang, dan di anggap sebagai hantu yang paling jahat.

4. Phi Tai Hong, Thailand
Phi Tai Hong merupakan jenis hantu yang saat ia meninggal karena dibunuh dan tidak dikuburkan dengan upacara yang tepat. Hantu ini sangat dipercaya oleh warga Thailand sebagai hantu yang datang untuk membalas dendam.

Hantu yang digambarkan dengan wanita hamil ini akan membunuh siapa saja yang dianggap beruntung untuk tinggal bersama mereka. Tempat yang paling banyak dihuni oleh hantu ini adalah tempat kekerasa, tempat bekas bencana, dan tempat bekas peperangan.

5. The Green Lady, Inggris dan Scotlandia
Mengapa diberi nama The Green Lady? karena hantu ini digambarkan sebagai hantu seorang gadis yang selalu memakai jubah berwarna hijau. hantu ini sering menyerupai bentuk hewan.

Hantu yang dipercaya oleh warga Inggris dan Scotlandia ini dulunya merupakan seorang bangsawan yang mati dibunuh oleh pelayannya sendiri kemudian mayatnya di masukan ke cerobong asap, dan kini ia datang untuk membalas dendam pada orang yang membunuhnya.

Continue Reading

Cerita Misteri

Cerita Misteri Menakutkan Jangan Pernah Menyentuh Bonekaku

Kisah Cerita misteri seram banget sangat menakutkan boneka yang sangat mistis bikin merinding simak cerita Misteri paling seram

Published

on

By

Jangan Pernah Menyentuh Bonekaku

Cerita yang bikin merinding denyut nadi serem banget ceritanya boleh percaya boleh tidak yuk simak bareng Cerita Misteri berikut ini Masuk sekolah di pertengahan semester ganjil, kami kedatangan murid baru pindahan dari Sulawesi selatan, venisa namanya. Gadis manis itu satu kelas denganku kelas 7.4 entah mengapa aku bisa menaruh kecurigaan terhadapnya…! Kecurigaan dimulai saat gadis itu selalu memeluk erat dua boneka aneh. Seakan-akan boneka itu sesuatu yang sangat berharga baginya. Saat itu pikiranku mulai ke arah berbau mistis. Waktu aku melihat kejahilan temanku yang berbuat iseng ke barang-barang venisa di kelas, terlintas dalam pikiran jahatku keluar! aku mengikuti keisengan mereka untuk memajang semua benda yang ada di dalam tasnya.

Beberapa macam dan bentuk boneka seukuran genggaman tangan. Mungkin, aku akan bersikap biasa saja kalau memang boneka itu unik. Namun, itu sebaliknya bagiku aku merasakan kengerian bahkan sempat bulu kudukku berdiri.

Apa yang akan terjadi setelah boneka ini dalam kemalangan? aku dan indri mengambil tali tambang, ku ikat semua boneka angker itu di bagian kepalanya, ku ikat di bagian ujung jendela di setiap kelasku. Kami memandang setiap wajah boneka itu ‘apa perasaan gue aja, tapi… terlihat murung’. Aku melamun menatap wajah angker itu seakan-akan memohon kepada kami untuk membebaskan mereka.

“cuy… busyet dah bengong yah lo…” “eng…gga… lo ngerasa gak sih boneka-boneka itu keliatannya sedih banget” kataku gugup. “enggak ah boneka itu emang dah serem dari tadi jadi gak kehilatan mimik muka yang lain selain mengerikan, udah ah lo jangan ngomong kaya gitu lagi, gue merinding nih… udah yuk kita lanjutin tinggal jendela sebelah sana…” ujar indri… tidak mengubris perkataanku.

“be..ner… dri… serem.. lihat aja bentuk bonekanya ada yang tangannya satu.. di mulutnya ada darah… ada yang melotot. udah ah gue takut serem… gue mau jajan aja..” ucap aku terbata-bata. “awas loe kalau loe pergi gue bakal bawa nama loe…” ujar indri. Aku hanya menelan ludah takut akan ancaman indri kepadaku.

Saat kami akan melanjutkan aksi kami tiba-tiba suasana menjadi aneh. Angin bersiur-siur mendatangkan suhu dingin menambahkan suasana mengerikan. ‘ah… gue gak perduli tinggal satu pekerjaan lagi selesai..’ yakin indri. “AAAKKH…” aku teriak kencang, kaget semua boneka itu menyeringai menakutkan. Entah karena aku merasa gugup boneka itu terlihat senyum seperti menikmati apa yang kami lakukan dengan boneka-boneka itu. “BRAAAKK…”. pintu kelas tiba-tiba di dobrak kencang. “AAAKH… apa yang kalian lakukan dengan boneka-bonekaku mereka tidak boleh diganggu, mereka akan balas dendam sama kalian… turunkan… boneka.. boneka.. itu sekarang..!” bentak venisa tapi bentakkan itu semakin membuat indri marah.

“eh orang aneh kalau mau boneka itu kembali, ambil sendiri…! loe punya tangan dan kaki yang bisa loe gerakin sendiri” geram indri. “KELUAR…” Matanya berubah menjadi merah seakan-akan kemarahan boneka itu menjadi satu bergabung dalam kemarahan hati venisa. Indri heboh mengolok-olok venisa dengan sebutan (peri biru). indri hanya ingin tahu apa dia berani marah sama dirinya. Aku juga menahan rasa kengerian ini jangan sampai dia melihat kalau aku benar-benar takut. Bola mata itu semakin merah melotot ke arah kami.

Kami sempat berteriak, ketika itu dia berlari ke kamar mandi sambil membawa dua boneka anjingnya dengan kepala yang sengaja dibentuk bergoyang jika disentuh. Per besi yang digulung melingkar sebagai alat geraknya sengaja dibuat oleh desainernya. Venisa masih menangis berlari kencang ke kamar mandi dengan dipeluk erat dua boneka aneh itu…
“cuy dia nangis… loe sih gue bilang jangan terlalu buat ngerjain ntu orang… gue ngerasa bersalah kejar yuk” ajakku.

“enak aja lo, kok gue sih, ini semua tuh kesalahan kita berdua… ya udah kita kejar dia…” indri menarik tanganku kencang. Berlari di koridor kelas mengejar peri biru itu dan meminta maaf. “Kalau bukan indri teman gue dah gue jitakin ntu orang” pikirku. Dilihat-lihat boneka itu sekilas unik tapi, seperti ingin mengancam kami berdua. jadi ingat omongan peri biru tadi.

“venisa… tunggu-tunggu woy busyet dah pura-pura gak denger…” teriakanku tidak berhasil menghentikan langkah venisa. Kami lelah tidak kuat mengejar gadis aneh itu. Terlalu cepat dia berlari. Lalu, kami berhenti tenang ketika dia menghentikan langkahnya.

Dia hanya menengok ke arah kami, kami yang berhenti mulai menghampirinya sekilas dia tersenyum lebar seperti senyum iblis yang siap menerkam kami…! Dia masuk, yang tidak sengaja kami berhenti di depan toilet perempuan. Indri menyuruhku diam jangan ada suara sekecil pun yang bisa terdengar. Dia ingin mendengar ocehan yang keluar dari mulutnya.

“hiks… hiks… mereka semua jahat padaku, saya gak betah di sekolah ini..” suara tangisnya lumayan kencang membuat guru yang lewat terheran-heran melihat kami, kami yang was was harus bersiap-siap mengeluarkan jurus pamungkas biar tidak terjadi kecurigaan. “sudahlah… kami selalu menjaga tuan putri.. kami tak tega bila sang putri menangis, kelakuan mereka hari ini akan mendapatkan balasannya…” suara aneh menyerupai bapak-bapak dan ibu-ibu.

Membuat kami kaget, kami melihat jelas bahwa dia masuk sendiri dan tidak ada seorang pun ke kamar mandi..! “venisa… loe gak sendirian kan di dalam loe sama siapa..? venisa keluar donk.” Ku panggil dia untuk mengetahui bahwa tidak ada apa-apa di dalam. “EEENGGGRRMMM…” suara geraman binatang buas mengagetkan kami. Membuat kami meninggalkan tempat itu. Sempat bulu romaku merinding rasanya baru kali ini aku merasakan ketakutan mungkin juga sama yang dirasakan oleh indri. Aku yakin, kalau aku tidak salah dengar suara itu. kami menambah volume berlari kami seperti beberapa gerombolan gajah yang dikejar oleh pemburu yang lewat di koridor kelas, sangat mengganggu konsentrasi murid yang sedang belajar! dengan diiringi suara teriakan ketakutan kami.

“AAAKKH… SETAAAN.. SETAAN…” kecepatan kami berlari, melebihi ruang kelas tempat kami belajar, tarikan mengerem pun siap ditancapkan begitu kerasnya “jreeettt…”.
“cuy kelebihan tuh..” sahutku saat berbelok ke arah indri. “iya dis… lebih… belok cuy..” kami berhenti merapikan penampilan kami sebelum masuk ke kelas. Menghilangkan rasa ketegangan dan kegelisahan yang ada pada diri kami, bersikap seperti biasa dengan gaya masuk tetap stay cool… abis.

Namun, indri tidak kuat menahan perasaannya. Tibanya di ambang pintu kelas indri berubah kacau dia menceritakan semua kejadian yang mungkin orang gak akan percaya. “sudah gue sangka pasti akhirnya begini.” Menggelengkan kepala menahan rasa untuk ikut-ikutan dalam ketegangan. Masyarakat kelas 7,4 yang tidak percaya dengan cerita indri ingin membuktikan sendiri dengan mendatangkan venisa ke toilet putri. Kami berdua diam… melemparkan pandangan bingung. Apa yang harus kami lakukan? bagus bila suara itu masih terdengar kalau suara itu sudah berhenti berbicara. Anak-anak akan marah dan menganggap bahwa kami seorang pembohong besar.
Kalau itu benar-benar terjadi itu mencakup nama baik kami di sekolah ini bisa-bisa ketenaran kami bisa dihapus di sekolahan ini.

“oh my goodness… indri.. kita harus ngikutin mereka memastikan apa yang akan terjadi disana.” Indri mengangguk dengan muka sudah kaya orang mau boker. Kami berjalan agak cepat. Ku hantam orang-orang yang ada di depanku agar kami bisa berjalan lebih cepat ke toilet tempat peri biru itu dan dimana nyawa kami akan terancam.
“misi… misi… gue mau lewat.” Kulihat dwi berusaha masuk dan menenangkan venisa.
“dew kita ikut dong, gue sama indri yang bikin dia nangis”.

“gak kalian gak boleh masuk mereka gak mau menerima kalian, mereka hanya mengizinkan dwi masuk.” Sahut venisa setengah meledak dari dalam kamar mandi. Melarang kami masuk.
“udah gue aja yang masuk entar kalau ada apa-apa gue teriak kok.” Kami setuju mempersilahkan dwi masuk, biarkanlah dwi yang menenangkan venisa lagian aku sudah memperingatkan untuk berhati-hati dengan boneka itu.

Kejadian hari ini begitu cepat. Masalah dengan venisa akhirnya bisa terselesaikan juga boneka-boneka itu telah di bakar habis. Saat beberapasiswi melaporkannya ke guru bagian agama islam. Ternyata venisa sudah lama seperti ini saat dia berumur tujuh tahun. Sedangkan venisa masih dalam pengobatan untuk mengusir jin-jin berada di dalam tubuhnya. Lalu, siswa-siswi di persilahkan pulang lebih cepat. Kejadian ini sungguh melelahkan. Merasakan sesuatu yang berbeda yang pernah ku rasakan selama ini. Akhirnya aku dan indri bisa pulang ke rumah dengan tenang.
walaupun hati ini masih berdebar ngeri mengingat kejadian hari ini.

Malam ini begitu sejuk dengan diiringi semilir air hujan ingin rasanya membuka jendela kamar lebar-lebar supaya kesejukan itu berbagi ke dalam ruanganku berharap di langit ada bintang yang bisa ku lihat tapi, langit begitu gelap membuatku sangat takut apa mungkin awan sangat mendung…
“eeehey…” rasanya sedikit kecewa tidak bisa melihat bintang malam hari kali ini.

lalu, “BYUUURRR… DREEESS…” hujan turun sangat deras sepertinya aku harus cepat-cepat menutup jendelanya takut air masuk ke dalam kamar. Kini dingin menusuk ujung kulitku. Kedinginan yang luar biasa membuat bulu kuduku berdiri hebat, ku ambil sweter dengan warna merah kekuning-kuningan dan abu-abu sebagai warna dasarnya, yah lumayan sedikit hangat kurasa…

Tiba-tiba aku mencium bau benda habis terbakar mataku waspada sambil mencari dan mengedus-ngedus benda apa yang ku bakar di dalam kamar ini.

“perasaan gak ada yang gue bakar.” ujarku. Penciumanku tertuju di dalam lemari pakaian. Bau itu sangat menyengat bau gosong!. sempat aku menelan ludah lalu pikiranku mengingat akan kejadian tadi pagi di sekolah. dalam hitungan satu, dua, tiga sambil mata kututup dengan tangan kanan membuka lemari itu, tapi, yang ku temukan hanyalah pakaian-pakaian rapi.

“cuh leganya gue kirain apa.” Belum lama ku merasa lega. Dari arah belakangku terdengar suara hentakan kaki. Tanganku gemetar, keringat dingin bercucuran bersiap untuk lari!! ketika aku menengok ke belakang “aakkkhhh… gak mungkin.. gak mungkin… kenapa boneka-boneka ini bisa kesini padahal kan tadi pagi sudah dibakar habis aaakhhh… aaakkhh… jangan ganggu saya.” Boneka venisa datang ke rumahku. Muka itu lebih buruk bekas kebakar.

Apa yang membuat boneka-boneka itu datang kemari. Aku berlari ke luar kamar mencoba menghindar dari kejaran boneka itu.
“bruuuk…” aku terjatuh dari tangga karena telah menabrak sebuah boneka kayu – duduk di depan tangga dan aku tidak bisa melihatnya. Aku terjatuh, bergelinding dengan hebatnya kepalaku terbentur tembok sehingga darah segar keluar dari pelipisku. Aku mencoba untuk bangun tapi, kakiku tidak bisa digerakkan.

“hihihi…” mereka menertawaiku. Mereka menganggap itu sangat lucu lalu, mereka mencoba untuk mendekatiku.
“pergi… keluar dari rumah ku.” Aku teriak sehingga terdengar suara lengkingan ku di setiap sudut dalam rumah. Mencoba membuat mereka takut, aku berusaha untuk berdiri walau harus dengan kaki kanan yang diseret.

“AAAGH…” aku teriak sambil menuruni anak tangga. Berusaha untuk menggenggam telepon rumah untuk menelpon indri. “gue mesti telfon indri… gue harus tahu apa dia juga didatangi oleh boneka setan venisa.” Pikirku. Aku berjalan dengan kaki kanan yang pincang. Kutekan nomor indri dengan hati berdebar ngeri, merinding, tak karuan.
“iiits… lama bener.” Ujarku kesal.
“ha..llo..” indri menjawab telponku dengan gugup.
“ha..llo… dri… tolongin gue, loe kesini donk, boneka setan itu datang ke rumah gue.”

ujarku gak kalah paniknya ingin rasanya aku menangis sungguh aku merasa takut sekali.
“hallo sama gue juga… kok kita jadi didatengin gini sih, udah muka mereka gosong semua… hiy…”
“terus kita mesti gimana donk, loe kesini sih, gue takut sendirian.” Sahutku berharap boneka itu tak menemukanku.

“gimana caranya! gue ke rumah loe? rumah gue dikunci sama boneka itu, gue berharap boneka itu gak nemuin gue, gue lagi di dalam lemari.” Indri berbicara pelan di telingaku.
“praa…ngggg.” Suara gelas pecah berasal dari belakangku.

“hihihi… maaf.” Aku menoleh ke arah belakang, melihat 2 boneka kayu berukuran besarmemecahkan gelas kesayanganku dengan senyuman yang sumringah sambil meminta maaf ke arahku. Membuat aku merinding ngeri.
“AAAGH..” indri teriak. Lalu, suara telpon kami terputus. Aku putus asa apa yang mesti aku lakukan..?

3 hari berlalu…
Sejak kejadian itu, boneka-boneka itu menghilang entah kemana! Yang pasti aku hanya bisa bersyukur atas perginya boneka-boneka setan itu. Siang ini matahari begitu semangatnya menyebarkan cahaya panasnya, ayah dan ibuku pergi keluar untuk membeli keperluan kami, aku sempat di ajak oleh mereka tapi, aku menolaknya lantaran tugas sekolahku belum diselesaikan.

“teng ne… ne.. ne… ne… teng… ne… ne…” suara lagu dari kotak musik mainanku yang kusimpan, berbunyi, aku sempat kaget. Aku mencoba melihat apa yang ada di gudangku sehingga kotak musikku berbunyi. Ku buka pintu gudang itu dan apa yang kau tahu di dalam sana?

“hiy.. hiy.. hiy…” boneka itu menertawaiku. Aku berlari keluar tapi, usahaku sia-sia dan ‘bruuuk’ pintu gudang terkunci aku tekunci di dalam gudang dan kalian tahu apa yang mereka lakukan kepadaku ialah sesuatu yang mengerikan telah terjadi denganku dan indri. dan semua boneka itu tidak akan menghilang sampai mereka benar-benar puas untuk menakuti, menjaili, membuat aku dan indri tidak nyaman berada di rumah dan di sekolah mereka akan selalu terus mengintai dan mengikuti kami berdua. Hingga semua orang yang berada di sekitar aku dan indri menganggap kami gila dengan ocehan bodoh yang terlontar dari mulut kami. Tamat sumber Cerita Misteri zazah

Continue Reading

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement

Traveling

Trending