Connect with us

Berita Artis

Asal Muasal Syahrini Dapat Duit Rp 1 Miliar dari First Travel

Penyanyi Syahrini didampingi pengacaranya, Hotman Paris Hutapea memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (9/10). Pemilik jargon “sesuatu” itu, tampil dengan busana sederhana namun elegan dan terkesan mewah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Published

on

Berita Artis Hari ini Syahrini jadi kaya raya mendapatkan duit 1 Milyar dari First Travel gimana kisahnya kok sampai dapat uang sebanyak itu mari kita kupas tuntas Gosip itu benar atau tidak, nih ada artikel yang bersumber dari liputan6 yuk simak bareng bareng Setelah hampir empat jam menjalankan pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Syahrini akhirnya keluar ruang pemeriksaan. Masih menggunakan kacamata menterengnya, ia menyapa para pewarta yang telah lama menunggunya sejak siang tadi.

“Silent semuanya. Biar kita bicaranya enak. Menjawab pertanyaan one by one,” pinta Syahrini kepada pewarta yang mengepung Syahrini pada Senin (9/10/2017).
Menurut Syahrini, ada 29 pertanyaan yang diajukan penyidik dan telah dijawab olehnya selama pemeriksaan. Hal itupun dibeberkan secara gamblang oleh kuasa hukum Syahrini, Hotman Paris Hutapea.

“Hari ini ada 29 pertanyaan yang semuanya hanya mempertegas. Pertama mempertegas bahwa tidak benar Syahrini menerima uang satu rupiah pun. Penyidik juga mengakui bahwa First Travel pun mengakui tidak pernah memberi uang terhadap Syahrini,” kata Hotman Paris Hutapea.
Angka 1 Miliar dari First Travel Ada, Tapi…

Soal duit Rp 1 miliar yang kabarnya diterima Syahrini dari First Travel, menurut Hotman Paris, itu hanya estimasi perhitungan benefit yang didapat kliennya dari kerjasama diantara keduanya.

“Dia (Syahrini) itu kan membayar tur reguler, tapi dikasih fasilitas VVIP. Nah (angka) satu miliar iitu estimasi perhitungan keuntungan Syahrini dari upgrade fasilitas regular ke VVIP. Jadi tidak ada First Travel memberi uang atau mentransfer ke Syahrini” kata Hotman Paris.
Memang, Syahrini membayar sendiri biaya umrah dirinya dan keluarganya seharga hampir 200 juta rupiah untuk kelas regular.

Namun atas kesepakatan bersama, disebutkan Hotman Paris, dengan harga tersebut Syahrini berhak mendapatkan upgrade fasilitas hingga kelas VVIP. Dengan catatan Syahrini harus mempromosikan First Travel selama perjalanan umrah.

“Jadi bentuknya kerja sama. Ini murni mau ibadah aku. Kerja sama saling support aku bayar reguler, aku kewajiban memposting. (Soal 1 miliar) itu bukan urusan aku. Harga yang ditagih ke manajemen Syahrini yang 200 juta tadi,” Syahrini melengkapi pernyataan Hotman Paris.

Sudah jelaskan beritanya tentang Artis Syahrini yang mendapatkan duit banyak dari First Travel semoga bermanfaat dengan baca berita ini

Continue Reading
Advertisement
Comments

Berita Artis

Catatan Bondan Sang Kuliner Indonesia Sebelum Meninggal Maaf Saya Sembunyikan Rahasia Besar

Published

on

By

Berita duka menyelimuti kita pakar kuliner Bondan meninggal dunia Wartawan dan pakar kuliner Indonesia, Bondan Winarno, tutup usia Rabu pagi ini. Sebelumnya, pada pertengahan November 2017, pria yang akrab dengan jargon “maknyus” ini sempat dirawat.

Kabar duka tersebut disebarkan oleh pakar kuliner Arie Parikesit dalam cuitan @arieparikesit.

“Pak Bondan. Thanks for everything pak. Mendapat berita duka cita yang bikin lemes mendadak, guru dan teman kita semua Pak Bondan Haryo Winarno meninggal dunia tadi pagi jam 9.05 WIB di RS Harapan Kita Jakarta, jenazah akan dibawa ke rumah duka JL Bangsawan Raya Sentul City siang ini, Mohon doa untuk beliau dan keluarga,” tulis Arie Parikesit dalam cuitannya pagi tadi.

Mantan Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan ini sempat dirawat di rumah sakit pada pertengahan November 2017. Ucapan simpati mengaliri Twitter-nya @PakBondan.

Namun, Bondan Winarno tidak banyak bercerita mengenai sakit yang dideritanya itu. Dia bahkan sempat menuliskannya di milis Jalansutra. Arie Parikesit menyebut tulisan tersebut baru saja diungkap Bondan sesaat sebelum mengembuskan napas terakhir.

“Beberapa saat lalu di milis @jalansutra Pak Bondan sempat buka rahasia sbb. Keluarga JSku memang menjadi sapaan kesayangan beliau di milis,” tulis Arie.
Berikut tulisan Bondan Winarno yang membeberkan penyakit yang diidapnya.
Tulisan Terakhir Bondan

Keluarga JS-ku,
Mohon maaf bila selama beberapa hari ini saya menyembunyikan sebuah rahasia besar dari Anda semua.

Saya ceritakan sejak latar belakangnya.

1. Th 2005, dlm penerbangan SIN-JKT, saya merasakan ujung2 jari tangan kanan saya ba’al alias kesemutan. Begitu mendarat di CGK, saya telepon minta advis Dr. Sindhiarta Mulya. Saya disarankan segera menuju RS yg dkt dgn rumah saya untuk menjalani pemeriksaan MRI. Krn waktu itu saya masih tinggal di Bintaro, saya lgsg ke RS Premier Bintaro. Eh, ternyata Dr. Sindhi sudah menunggu saya di sana. Setelah MRI, saya disarankan observasi di RSP Bintaro selama 3 hari. Kesimpulan: cardiologist strongly suspected penyumbatan arteri jantung dan saya harus menjalani kateterisasi sesegera mungkin. In contrary, neurologist di RS yg sama mengatakan bahwa yg saya alami sama sekali bukanlah penyakit jantung.

2. Saya mencari second opinion di RSPI. Kesimpulan sama: cardiologist bilang harus kateterisasi segera. Neurologist RSPI juga bilang: bukan masalah jantung.

3. Dalam kebimbangan, saya tidak menjalani kateterisasi. Saya hanya minum Plavix (pil pengencer darah) untuk menghindari penyumbatan arteri.

4. Setahun setelah minum Plavix terus-menerus, saya nyaris pingsan di rumah Yohan Handoyo setelah minum wines dan makan steaks masakan Adi Taroe. Untung rumah Yohan di Bogor itu dekat dgn RS Azra. Dokter jaga yg berpengalaman menemukan diagnosa: tekanan darah terlalu rendah krn darah terlalu encer.

5. Sejak saat itu saya ke HSC di KL utk annual check up. Di sana dikonfirmasi dgn MSCT bahwa saya memang tidak mengidap penyakit jantung.

6. April 2015, sewaktu Annual Medex di HSC KL, ditemukan dilatasi (penggembungan) pada aorta saya pada tahap awal. Dlm bhs medis, penyakit ini disebut: aorta aneurysm. Menurut Dr. Soo, tiap tahun perlu diawasi apakah membesar dan perlu tindakan operasi. Katanya: saya spt membawa bom waktu yang setiap saat bisa pecah dan mematikan saya. Dr. Soo juga mengaku bahwa dia bukan ahlinya di bidang aneurysm. Bila perlu pembedahan, dia harus mengundang dokter bedah dari Jepang. Biaya diperkirakan Rp 600-700juta.

7. April 2016, saya sudah appointment dgn Dr. Soo di HSC KL. Tapi pas hari itu justru dia dilarikan ke RS utk operasi. Team dokter yang menangani saya tidak memuaskan saya dlm memberi info ttg aneurysm saya.

8. April 2017, saya appointment lagi utk konsultasi dgn Dr. Soo. Eh, ternyata dia mendadak sakit. Saya lgsg jalan2 ke tempat adik saya di Penang. Di sana saya mengalami semacam pencerahan. “Kenapa saya pasrahkan masalah kesehatan saya kpd orang yg bukan ahlinya?” Dr. Soo adalah salah satu ahli kateter di Asia, tapi bukan ahli aneurysm. Saya segera berkomunikasi dgn Dr. Sindhi yg lgsg saja membanjiri saya dgn berbagai info bagus dan penting. Saya putuskan untuk mengikuti saran Dr. Sindhi.

9. Bulan Juli 2017, saya jalan2 seharian dgn Dr. Sindhi di sktr Tangerang, diakhiri dgn maksi kuliner Betawi di Mpok Kuni. Eh, ternyata Dr. Sindhi mengantar saya ke RS Siloam Karawaci dan sdh membuat appointment utk ketemu Dr. Iwan Dakota, ahli vaskuler, adik Kapolri Tito Karnavian. Saya bahkan disambut oleh Dirut RS Siloam Karawaci, sahabat Dr. Sindhi.

10. Dlm pemeriksaan oleh Dr. Iwan, setelah memeriksa hasil medical record terakhir di HSC KL, HANYA dgn stetoskop, Dr. Iwan menemukan masalah lain: katup aorta saya bocor. Saya diminta utk segera ke PJN Harapan Kita keesokan harinya utk pemeriksaan echo. Dlm pemeriksaan echo di Harkit, 65% confirmed bahwa katup aorta saya bocor. Saya kemudian menjalani TEE (endoscopy) utk mendapatkan 90% konfirmasi. Demikianlah, dlm waktu singkat tim dokter Harkit menemukan kelainan lain yg perlu segera ditangani.

11. Dr. Iwan me-refer saya kpd tim bedahnya, Dr. Dicky Alighiery Hartono, ahli bedah vaskular lulusan Korsel. Ini adalah pembedahan paling berat, rumit, dan sulit, berlangsung 5-6 jam. “Mumpung Pak Bondan sdg fit, kita lakukan segera, ya?”

12. 27 Sept 2017 pagi saya menjalani 2 operasi sekaligus: penggantian katup aorta dan penggantian aorta yang nengalami dilatasi. Operasi berlangsung selama 5 jam dan dinyatakan berhasil. Saya siuman di ICU sore hari dan dirawat selama 24 jam di ICU. Dari ICU saya dipindah ke Intermediary Ward.

13. Normalnya, bila operasi berhasil, 24 jam sesudah di Intermediary Ward, maka akan dipindahkan ke kamar perawatan biasa. Dalam operasi besat spt yg saya alami, ada 2 hantu komplikasi: 1. perdarahan, 2. aritmia (denyut jantung tidak beraturan). Saya terbebas dari perdarahan. Tapi, Sabtu dini hari saya kejang2 dlm tidur saya. Ternyata saya mengalami komplikasi aritmia. Saya dipasangi TPM (Temporary PaceMaker) sambil dimonitor penyebabnya (biasanya krn peradangan).

14. Utk aritmia ini, saya ditangani Dr. Dicky Hanafy, lulusan Jerman. Krn setelah 72 jam tidak tampak progress dari TPM, Selasa siang Dr. Dicky memutuskan utk memasang TPM lain di pangkal paha. Terus terang, saya ketakutan

15. Miracle happens. Selasa malam, ketika perawat sdg mempersiapkan saya utk didorong ke kamar operasi, tiba2 denyut nadi saya berirama kembali. Operasi dibatalkan. Saya lega setengah mati.

16. Demikianlah, kejadian demi kejadian telah saya alami. Untuk sementara saya belum dapat dijenguk di Intermediary Ward. Tapi, bila keadaan membaik, Jumat ini saya akan dipindah ke kamar perawatan. Tempatnya terlalu kecil utk Anda menjenguk.
Karena itu, sambil GR akan banyak yg menjenguk saya, saya sudah mengatur tempat di lobby Wisma Fits, di dalam kompleks RSIB dan PJN Harapan Kita untuk 1 sesi bezoeksutra Minggu, 8 Oktober pk 13-15 untuk 10 orang.

Mohon mendaftar ke Lidia Tanod dan Harry Nazarudin utk mengatur kunjungan. Di luar waktu tsb, mohon maaf, tidak dapat saya terima.
Mohon doa Anda semua agar pemulihan saya tuntas dan lancar.

Salam,Bondan Winarno

Continue Reading

Berita Artis

Roro Fitria Dandan Berbiaya Rp 125 Juta Dilarang Masuk ke Pernikahan Kahiyang Cu Cup Jangan Menangis

Dandan Berbiaya Rp 125 Juta Roro Fitria Dilarang Masuk ke Nikahan Kahiyang, Netter: Ojo Nangis!

Published

on

By

Dandan Maksimal, Roro Fitria Menangis Gara-gara Ditolak Masuk di Pernikahan Kahiyang

Kadung berdandan mewah berbiaya Rp 125 juta, Roro Fitria dikabarkan nangis karena tak bisa masuk ke resepsi nikahan Kahiyang-Bobby! Apa iya? Tak cuma warga Solo, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia juga berbahagia atas pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution yang dihelat hari ini, Rabu (8/11).
Pernikahan putri satu-satunya Presiden RI Joko Widodo itu kian meriah karena dihadiri oleh sejumlah tokoh pejabat negara dan seniman.

Artis Roro Fitria Selasa (7/11/2017) tiba di Solo untuk menghadiri acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Pernikahan Kahiyang dan Bobby diselenggarakan pada Rabu (8/11/2017) di gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah. Sebelum menggelar ijab kabul dan resepsi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melangsungkan berbagai prosesi adat pada Selasa (7/11/2017), seperti peletakan bleketepe, siraman, hingga midodareni.

Roro termasuk salah satu jajaran selebritas yang diundang dalam pernikahan putri satu-satunya Presiden Jokowi.
Namun, kejadian kurang menyenangkan dialami oleh Roro, lantaran ia ditolak masuk oleh tim keamanan, bahkan ia sempat menangis.

Diberitakan akun Instagram @lambe_turah, ternyata Roro Fitria salah membawa undangan. Undangan yang dibawa Roro adalah undangan resepsi yang dilaksanakan Rabu (8/11/2017).

Sementara itu, Roro memakai undangan tersebut untuk menghadiri acara midodareni yang diselenggarakan Selasa (7/11/2017) malam.

Belum lagi ditambah warga sekitar yang ingin merasakan euforia pernikahan putri Presiden RI. Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution sendiri diketahui sudah sah menjadi pasangan suami istri setelah melangsungkan ijab kabul pagi tadi.

Di sampingnya terlihat seorang petugas keamanan pernikahan Kahiyang dan Bobby dari kalangan TNI. Dalam postingan itu tampak Roro yang mengenakan kebaya merah dan memakai mahkota sebagai hiasan rambutnya yang dibiarkan tergerai.

Kejadian ini pun menuai beragam komentar dari netizen, ada yang merasa kasian, lucu, hingga mengejek Roro yang salah baca undangan.

@dewi.simatupang: Masa sih nyai ga bsa tlp siapa gt yg ada dirumah utk suruh ambil undangan . Ahh….nyai ga cerdas. Gini kan jadi Malu2in.

@revale46: ya Allah kasian bingit pdhl nyai nyiapin nyaa udh maksimal lho.
Ada juga yang mengungkit kejadian serupa yang dialami Roro saat pernikahan Gibran, putra pertama Presiden Jokowi.

Berita dikutip dari Tribunseleb udah mbak jangan menangis ya cup cup cup jangan sedih nanti datang aja ke pernikahanku aja ya hehe salam piss.

Continue Reading

Facebook

Trending